Demi Cegah Karhutla, Grup Royal Golden Eagle Bangun Kesadaran Generasi Muda

Sumber: pexels.com

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah berada pada titik yang kritis. Sedikitnya, hutan dan lahan seluas 328.724 hektar habis terbakar pada periode Januari – Agustus 2019. Mirisnya lagi, tidak sedikit dari kasus kebakaran tersebut yang dipicu oleh oknum perusahaan maupun oknum masyarakat. Atas dasar inilah, grup bisnis Royal Golden Eagle begitu aktif dalam memerangi kasus kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral perusahaan kepada lingkungan sekitar, Royal Golden Eagle bersama dengan beberapa unit bisnisnya terus menjalankan program-program sosial. Salah satunya adalah Asian Agri dengan program sosialisasinya. Melalui program bertajuk Duta Pencegahan Karhutla, Asian Agri membangun kesadaran generasi muda akan bahaya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Membangun Kesadaran akan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan Melalui Duta Pencegahan Karhutla

Asian Agri merupakan salah satu unit bisnis utama Royal Golde Eagle. Perusahaan ini bergerak dalam industri sawit dengan produksi tahunan mencapai 1,2 juta ton metrik minyak sawit mentah. Area operasinya sendiri berpusat di provinsi Riau. Meski demikian, Asian Agri juga beroperasi di provinsi Jambi.

Atas dasar itulah, Asian Agri merasa memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga kelestarian lingkungan provinsi Jambi, khususnya pada wilayah yang berada di sekitar area operasi. Program Duta Pencegahan Karhutla pun dijalankan guna membantu memerangi karhutla di provinsi tersebut.

Program Duta Pencegahan Karhutla merupakan salah satu program yang digagas dan dilaksanakan oleh Asian Agri. Program ini diselenggarakan pada 18 Oktober 2019 lalu di SD N 10/VIII Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Berbeda dengan program sosialisasi karhutla biasanya, Duta Pencegahan Karhutla menyasar generasi muda yang dalam hal ini adalah siswa-siswi sekolah dasar. Pemilihan anak-anak sebagai sasaran program sosialisasi Royal Golden Eagle bukan tanpa alasan. Generasi muda adalah generasi masa depan bangsa. Dengan menanamkan kesadaran kepada mereka, kesadaran akan bahaya karhutla akan tertanam lebih dini.

Dalam program bertajuk Duta Pencegahan Karhutla, Asian Agri memberikan pemahaman kepada anak-anak mulai dari pengertian karhutla, penyebab, dampak hingga bagaimana cara mencegahnya. Tidak berhenti di situ saja. Melalui program ini, diharapkan anak-anak nanti juga bisa ikut menyebarkan pesan-pesan akan bahaya karhutla bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Cegah Karhutla dengan Program Desa Bebas Api

Asian Agri bukanlah satu-satunya unit bisnis Royal Golden Eagle yang begitu aktif dalam memerangi karhutla. APRIL Group juga memiliki programnya sendiri untuk membantu mengurangi kasus kebakaran hutan dan lahan di sekitar area operasionalnya.

Salah satu program unggulan APRIL Group yang sukses mengurangi kasus kebakaran hutan di sekitar area operasinya adalah program desa bebas api. Program ini merupakan sebuah program yang berfokus pada pencegahan dengan menggandeng desa-desa sekitar.

Program desa bebas api sendiri sudah dijalankan sejak tahun 2016 lalu. Sejak saat itu, program ini terus dilaksanakan secara reguler.

Program ini memiliki 5 prinsip utama sebagai dasar pelaksanaannya. Melalui lima prinsip tersebut, unit bisnis Royal Golden Eagle ini berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memberdayakan ketua tim desa, memberi bantuan pembukaan lahan pertanian, memberi penghargaan kepada desa yang sukses menjaga hutan dan lahannya dari kebakaran serta memberi pendampingan dalam menggali potensi ekonomi lokal.

Pemberian insentif menjadi salah satu cara APRIL Group untuk menarik partisipasi masyarakat sekitar. Insentif yang diberikan juga terbilang besar. Untuk desa yang berhasil menjaga hutan dan lahannya tanpa mengalami kebakaran sama sekali, ada insentif sebesar Rp 100 juta dalam satu periodenya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *